Pasien Dukun Cilik Ponari Dirawat di Rumah Sakit
Belasan pasien yang pernah berobat ke dukun cilik Ponari, saat ini dirawat di Rumah Sakit Swadana Jombang, Jawa Timur. Para pasien mengaku kapok dan memilih berobat ke rumah sakit. Sebab selain antrean yang tidak tertib, khasiat batu Ponari juga diragukan. Sedikitnya 17 pasien yang pernah berobat ke Ponari, saat ini justru berobat ke Rumah Sakit Swadana, Jombang, Jawa Timur. Sebagian besar dari mereka adalah pasien anak-anak.
Seorang pasien yang menderita demam berdarah, sebelumnya pernah dibawa ke lokasi pengobatan Ponari saat menderita demam tinggi. Pasien lain adalah penderita radang paru-paru, yang kondisinya tak kunjung sembuh setelah berobat ke Ponari. Menurut seorang dokter, jumlah pasien di RS Swadana yang pernah berobat ke Ponari diperkirakan lebih dari 17 orang. Beberapa di antaranya tidak mengaku. Tim dokter menyarankan para pasien yang masih sakit, segera mendatangi rumah sakit. Jika tidak memiliki biaya, para pasien bisa menggunakan program Jaminan Kesehatan Masyarakat Miskin (Jamkeskin).
Pesawat Lion Air Tergelincir di Batam
Pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 972 dari Medan dengan tujuan Batam, Senin (23/2) malam, tergelincir saat mendarat di Bandara Hang Nadim, Batam. Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun Bandara Hang Nadim sempat ditutup sekitar satu jam.
Pesawat Lion Air yang membawa 162 orang penumpang tersebut, tergelincir akibat roda depan pesawat yang tidak bisa membuka saat mendarat. Pesawat sebelumnya mengalami gangguan sebelum mendarat, dan sempat berputar-putar di atas Kota Batam. Pesawat tergelincir tepat di depan Bandara Hang Nadim Batam, dengan posisi moncong depan menyentuh landasan pacu.
Akibat peristiwa ini, Bandara Hang Nadim ditutup untuk penerbangan selama sekitar satu jam. Dua jadwal penerbangan, Linus Airways dan Garuda Indonesia dengan tujuan Pekanbaru dan Jakarta, terpaksa ditunda keberangkatannya.
Dirut Pertamina Minta Maaf ke DPR
Hubungan yang sempat memanas antara antara direksi BUMN Pertamina dan Komisi VII DPR berakhir. Senin (23/2), Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan secara resmi meminta maaf kepada anggota Komisi VII DPR di Gedung DPR/MPR. Permintaan maaf ini sesuai dengan desakan anggota Komisi VII. Anggota Dewan tersinggung dengan surat dari Pertamina yang dianggap melecehkan DPR.
“Mekanisme surat penyampaian surat tersebut kami akui tidak sesuai aturan. Kami mohon maaf atas kesalahan tersebut,” ujar Karen. Ia juga berharap polemik dengan anggota Komisi VII DPR tak berkelanjutan. Karen juga mengatakan saran-saran dari DPR akan didengar Pertamina untuk peningkatan kinerja Pertamina ke depan.
Polemik ini bermula dari rapat dengar pendapat antara Pertamina dan Komisi VII DPR, 10 Februari lalu. Anggota Dewan menanyakan proses pergantian Dirut Pertamina. Merasa pertanyaan melenceng dari agenda rapat, Sekretaris Perusahaan Pertamina mengirim surat protes ke DPR. Surat ini membuat anggota Dewan tersinggung. DPR merasa dilecehkan. Ketua Komisi VII DPR, Sonny Keraf sempat mengancam tak mau berhubungan dengan Pertamina.
Jusuf Kalla Siap Jadi Capres
Surat edaran untuk menjaring tujuh nama calon presiden dan wakil presiden Partai Golongan Karya (Golkar) tengah diedarkan. Tetapi seperti tak sabar, usai bertemu Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla, para ketua Dewan Pengurus Daerah tingkat I sepakat mengajukan calon presiden dari internal partai. DPP Maluku Utara bahkan secara terbuka menyebut nama Jusuf Kalla.
Setelah sebelumnya Wiranto, Prabowo Subianto, Sri Sultan Hamengku Buwono X, Rizal Ramli dan Sutiyoso telah mendeklarasikan diri untuk siap menjadi capres dalam pilpres mendatang, kini giliran Jusuf Kalla yang menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai capres. Jusuf Kalla menyatakan siap diajukan sebagai calon presiden. Namun hal itu baru diputuskan pada Rapat Pimpinan Nasional khusus pada April mendatang. “Itu suatu amanah konstitusi partai,” ucap Kalla dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (20/2).
Fungsionaris Partai Golkar, Hatta Mustafa, menilai desakan DPD untuk memajukan Jusuf Kalla sebagai capres sebagai reaksi atas pernyataan Mubarok yang dianggap melecehkan Golkar.
Polisi Periksa Pelaku Video Kekerasan Sesama Polisi
Pihak kepolisian dalam hal ini Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) telah memeriksa lima anggota polisi di lingkungan Polda Sulawesi Tengah. Mereka diperiksa terkait merebaknya video kekerasan antar sesama anggota polisi di Markas Poboya, Kota Palu. Lima anggota polisi yang diperiksa seluruhnya berpangkat Brigadir Dua. Mereka adalah Franky Yusman, Irfan Efendy, Muzakir, Jusmansar dan Triadi Amri.
Dari hasil pemeriksaan Brigadir Dua Muzakir diketahui berperan sebagai pengambil gambar video kekerasan yang berdurasi lebih dari empat menit itu. Kepala Bidang Propam Polda Sulawesi Tengah Ajun Komisaris Besar Polisi Wahidi mengatakan, pihaknya mempersilahkan Tim Mabes Polri untuk membantu penyelidikan agar kasus ini dapat terungkap dalam waktu singkat. Pihak Polda Sulawesi Tengah berjanji tidak akan menutup-nutupi hasil penyelidikan terhadap kelima anggota polisi yang terlibat dalam kasus video kekerasan tersebut.
Pesawat TNI AU Dibidik Pesawat Tak Dikenal
Mabes TNI masih menyelidiki identitas pesawat atau pihak yang membidik dua pesawat tempur jet Sukhoi SU-30 milik TNI Angkatan Udara (AU). Jet Sukhoi dibidik oleh pesawat tak dikenal yang saat menjalani latihan rutin di atas perairan Sulawesi, Jum’at 20 Februari 2009.
Panglima Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional II Marsekal Pertama John Dalas Sembiring menyatakan, dua pesawat tempur Sukhoi tersebut sempat dikunci tembakan misil sebanyak tiga kali. TNI AU kemudian mengirim pesawat intai jenis Boeing 737-400 untuk memeriksa wilayah Indonesia dalam radius sekitar 370 kilometer dari Makassar. Namun, hasilnya tidak mendapati pesawat yang tidak dikenal tersebut.
Ini berawal dari tanda peringatan di kokpit kedua pesawat berbunyi secara tiba-tiba. Namun, kedua pesawat canggih yang dibeli dari Rusia itu tidak dapat mengidentifikasi pihak yang mengunci mereka dengan tembakan misil. Saat itu kedua pesawat sedang melakukan penerbangan pada ketinggian 15 ribu hingga 20 ribu kaki.
Hillary Disambut 1.500 Pasukan Polri
Hillary Clinton disambut 1.500 pasukan Polri yang siap siaga untuk mengamankan jalannya pertemuan MenteriAmerika Serikat tersebut dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Istana Negara Jakarta Pusat Luar Negeri , Kamis (19/2) hari ini. Pertemuan akan dilaksanakan pukul 09.40 WIB. Kini pasukan sedang melaklukan apel di Lapangan Monumen Nasional Jakarta Pusat.
Mulai pukul 09.00 WIB pasukan keamanan dari Polri ini akan disebar dan disiagakan di sejumlah titik. Rencananya, Hillary Clinton dan Presiden SBY akan membicarakan isu-isu politik, keamanan dan isu global. Juga akan dibicarakan isu bilateral, termasuk pendidikan, stabiltas pangan dan kerja sama teknologi dan sains.
Ini merupakan hari kedua kunjungan Menlu Hillary Clinton di Indonesia. Kemarin Hillary Clinton sempat memuji kemajuan Indonesia dalam demokrasi dan politik. Suasana di Istana Negara saat berita ini ditulis masih sepi. Rencananya, jalan-jalan di sekitar Istana Negara tidak ditutup. Warga pengguna jalan di sekitar ini masih bisa menggunakan jalan seperti biasanya.
Menteri Pertanian Pakai Sepatu Buatan Lokal
Saat ini mulai banyak PNS (pegawai negeri sipil) yang menggunakan sepatu buatan lokal atau dalam negeri, meski peraturan yang mewajibkan mereka untuk menggunakan produk dalam negeri Indonesia tersebut belum dikeluarkan. Menteri Pertanian Anton Apriantono, misalnya. Mentan menegaskan sepatu yang dikenakannya buatan dalam negeri. Untuk membuktikannya Anton Apriantono membuka sepatunya.
Dirjen Peternakan Tjeppy Soedjana yang kebetulan ada di ruang tunggu Menteri Pertanian pun memakai sepatu made in Indonesia. Keteladanan dari pejabat pemerintahan Indonesia memang diperlukan untuk membangkitkan kesadaran dalam menggunakan produk dalam negeri. Apalagi di tengah kondisi krisis ekonomi yang kini melanda dunia kesadaran seperti itu diperlukan.
DPR Tersinggung Dengan Surat Pertamina
Rapat antara Komisi VII DPR dengan Pertamina pada Senin (16/2) kembali tak berjalan mulus. Pimpinan menghentikan rapat karena anggota DPR tersinggung dengan surat yang dilayangkan Pertamina yang meminta agar rapat berjalan sesuai tata tertib yang berlaku.
Dalam surat yang ditandatangani sekretaris perusahaan tersebut, Pertamina menyatakan kekecewaannya terhadap anggota Dewan yang dianggap mempertanyakan kelayakan dan kemampuan direksi baru Pertamina pada rapat dengar pendapat pekan lalu. Hal ini dianggap DPR sebagai bentuk keengganan Pertamina terhadap pengawasan DPR.
Namun Pertamina menegaskan surat tersebut adalah surat permohonan biasa. Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Sofyan Djalil yang menjadi tembusan di surat tersebut meminta pertikaian antara DPR dan Pertamina segera dihentikan. Pertamina diharapkan segera minta maaf kepada DPR atas adanya surat tersebut.
Pada rapat dengar pendapat sebelumnya, anggota Dewan memang membombardir direktur baru Pertamina Karen Agustiawan dengan sejumlah pernyataan sinis. Tentu menjadi tantangan berat bagi sang dirut baru untuk segera menyelesaikan perselisihan ini. Juga tantangan berat bagi anggota DPR meyakinkan kesinisan itu memang benar-benar untuk membela kepentingan rakyat banyak.
Harga BBM Tidak Akan Turun
Pemerintah memutuskan untuk tidak menurunkan harga BBM bersubsidi jenis premium dan solar pada bulan Februari ini. Berdasarkan perhitungan rata-rata, harga minyak dunia masih berada di kisaran US$ 40 hingga US$ 60 per barel dan kurs rupiah mencapai Rp 11.800 per dolar AS. Hal ini bertentangan dengan permintaan Kadin agar harga premium turun jadi Rp 3.900,-.
Kondisi ini sebenarnya membuat harga premium dan solar berada di atas harga keekonomian. Namun, pemerintah menginginkan harga BBM stabil agar tidak mengganggu jalannya perekonomian dan stabilitas harga di tingkat konsumen. Sedang selisih antara harga patokan dan harga jual bulan Januari dimasukkan dalam pendapatan negara bukan pajak dan akan digunakan bila harga minyak dunia kembali naik.
